Senin, 23 Maret 2020

Tenaga Eksogen


Assalamualaikum nanda semuanya yang Insya Allah selalu diberikesehatan dan keberkahan dari Allah SWT.
Pembelajaran hari ini, kita lanjutkan materinya yach....kalo sebelumya ibu sudah pernah upload materi tentang tenaga endogen dan ada 2 video yang berkaitan dengan tenaga tersebut.
Hari ini ibu lanjutkan dengan tenaga eksogen.

Kembali ibu ingatkan bahwa di dunia ini terdapat dua tenaga yakni tenaga endogen dan tenaga eksogen
Tenaga endogen dan eksogen adalah dua tenaga pembentuk bumi yang bekerja bersama-sama dan berkesinambungan.
Sekarang yuuk dibaca materi tenaga eksogennya yach.....
Tenaga eksogen merupakan tenaga yang berasal dari luar bumi. Maksud dari “luar bumi” adalah tenaga yang berasal dari atas permukaan bumi, termasuk kegiatan manusia yang membentuk permukaan bumi.
Tahukah nanda bahwa tenaga eksogen ini adalah tenaga yang bersifat merusak dan mengikis permukaan bumi, terutama pada bagian-bagian tinggi tetapi di sisi lain tenaga eksogen juga dapat mengisi bagian-bagian yang rendah
Faktor-faktor yang menyebabkan tenaga eksogen  air, angin, organisme, sinar matahari, dan es.
Faktor-faktor di atas bisa menyebabkan pelapukan, erosi, sedimentasi, dan pergerakan massa tanah (mass wasting).
Kita mulai dari pelapukan dulu yach nanda
1.      Pelapukan; Pelapukan adalah proses penghancuran massa batuan menjadi massa tanah. Pada umumnya, proses pelapukan ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama.  Proses pelapukan dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti misalnya, iklim dan cuaca, topografi, batuan induk, serta organisme yang hidup di atas batuan tersebut. Berdasarkan prosesnya, pelapukan dibagi menjadi 3 jenis:
a.      Pelapukan Fisik (mekanis)
Pada pelapukan fisik, proses penghancuran batuan menjadi pecahan yang lebih kecil terjadi tanpa mengalami perubahan susunan kimia. Biasanya, pelapukan ini terjadi karena perubahan musim, menyusupnya es di celah batuan, atau perbedaan suhu siang dan malam yang ekstrem. Makanya, kalau kamu main-main ke gurun, tidak jarang bebatuan di sana banyak yang pecah.
b.      Pelapukan Kimia
Pelapukan kimia adalah jenis pelapukan yang terjadi karena faktor kimia. Salah satu faktor penting dalam pelapukan kimia adalah air. 
c.       Pelapukan Biologis
Pelapukan biologis adalah pelapukan yang disebabkan oleh organisme melalui aktivitasnya.
Contoh pelapukan biologis adalah lumut yang ada di atas bebatuan. Atau akar tumbuhan yang terselip di antara bebatuan. Lama-kelamaan, ketika si akar membesar, dia akan menembus batu itu. Alhasil, batunya pecah dan mengalami pelapukan.
2.      Erosi, Setelah mengalami pelapukan, massa batuan yang telah pecah menjadi partikel-partikel kecil akan menyatu dengan tanah. Setelahnya, tenaga eksogen yang bisa muncul adalah erosi.
Erosi merupakan proses pengikisan permukaan bumi oleh media yang melibatkan pengangkatan partikel batuan. Berdasarkan penyebabnya, erosi dibagi menjadi 4 kelompok:
a.         Ablasi
Ablasi merupakan erosi yang disebabkan oleh air sungai atau hujan. Ablasi yang disebabkan oleh aliran sungai itu bisa membuat tebing di sungai bisa semakin dalam, lho. Adapun 4 tahap terjadinya ablasi sebagai berikut:
1) Erosi percik: Jatuhnya air hujan dan mulai mengikis tanah.
2) Erosi lembar: Tanah bagian atas yang terkikis, kesuburannya mulai berkurang.
3) Erosi alur: Kikisan tanah tadi mulai membentuk alur sebagai tempat mengalirnya air.
4) Erosi parit: Terbentuk parit/lembah karena kikisan dari aliran air terus menerus.
b. Korasi/Deflasi
Korasi/deflasi merupakan erosi yang disebabkan oleh angin. Biasanya, korasi dan deflasi ini terjadi di daerah gurun. Oh iya, satu hal yang penting adalah, ada perbedaan tipis antara korasi dan deflasi. Meskipun sama-sama disebabkan oleh angin, korasi merupakan erosi yang disebabkan oleh angin dan pasir (badai pasir), sementara deflasi hanya angin saja.
Contoh: mushroom rock Batu-batu itu, terjadi karena proses korasi/deflasi yang panjang.
Abrasi
Abrasi adalah proses pengikisan pantai yang disebabkan oleh gelombang laut. Kalau kamu hobi jalan-jalan ke pantai, salah satu tempat paling didamba adalah berdiri di pinggir tebing, lalu menatap kejauhan laut. Nah, tebing ini bisa terbentuk karena adanya gesekan dari gelombang laut yang membentur. Goa-goa yang ada di pantai juga bisa terjadi karena abrasi ini, lho.
Eksarasi
Eksarasi adalah pengikisan yang disebabkan oleh es yang mencair (gerakan lapisan es). Karena mencairnya es ini, akhirnya batuan yang ada akan masuk ke bawah dan mengendap. Fenomena alam hasil dari eksarasi ini dinamakan fjord. Penampakannya seperti sebuah pantai yang menjorok ke darat dan dikelilingi oleh tebing curam.
3.      Sedimentasi adalah peristiwa mengendapnya material batuan yang dibawa oleh angin atau air. Kalau pada erosi dan pelapukan terkesan “merusak” yang telah ada, sedimentasi justru “menambah” material baru.
Berdasarkan penyebabnya, sedimentasi dibagi menjadi tiga jenis, yakni akuatis (pengendapannya disebabkan tenaga air), marine (disebabkan oleh gelombang air laut), dan geolis (pengendapannya disebabkan oleh embusan angin).

4.      Masswating (Pergerakan Massa Tanah) Pergerakan massa tanah (mass wasting) adalah semua pengangkutan massa tanah menuruni lereng karena adanya pengaruh gravitasi. Sederhananya, mass wasting ini yang sering kita sebut sebagai “longosr”. Semakin “tinggi/curam” tanahnya, maka kecepatan pergerakan massa tanahnya juga tinggi.

Bagaimana nanda sudah dibaca khan materi tenaga eksogennya....silahkan jika ada pertanyaan tulis di komentar.

Tujuan dan Nilai Pembelajaran Geografi